6 Tips Move on dari profesi sebagai Ojek Online

6 Tips Move on dari profesi sebagai Ojek Online

Posted on

Beralih atau lebih di kenal dengan sebutan move on dari profesi sebagai ojek online ini hanya sekedar berbagi saran serta pengalaman yang saya jalani sendiri hingga sampai saat ini. Sudah lama rasanya tidak menulis, jadi sebelumnya mohon maaf kalau susunan kata-katanya agak berantakan ya lur.

Ok, let’s say.., di musim saat ini bukan hanya kalangan kita saja yang notabene-nya sebagai ojol merasakan dampak akibat pandemi. Pendapatan yang kian menurun dan tidak jelas, sebenarnya segala aspek ikut merasakannya. Pandemi Covid19 seakan merubah segalanya menjadi penuh dengan ketidak pastian, apalagi dalam hal ekonomi.

Bahkan, perusahaan transportasi daring yang kamu percayai sampai saat ini juga sebenarnya bisa saja sedang berada di dalamnya. Dan kita sebagai driver pastinya sangat merasakan sekali, terutama bagi kamu yang memang masih fokus berprofesi sebagai ojol ataupun taksol. Jadi solusinya bagaimana?! Saya pribadi mengatakan, atau mungkin banyak orang di luar sana juga mengatakan, tidak usah muluk-muluk untuk sementara waktu ini. intinya adalah bagaimana cara kita agar bisa bertahan hidup. Dengan sekedar mencukupi kebutuhan dapur, serta bisa memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga. Tidak lebih! Bagi kamu yang akunnya gacor, silahkan minggir dulu. Karena tulisan ini khusus bagi yang akunnya seperti saya. Orderan setiap harinya sama seperti minum obat, rata-rata cuma tiga kali sehari alias anyep bin runyam.

Tips beralih profesi dari ojol versi Exojol.com :

1. Tetap jalani profesi utama (ngebid)

First, pastinya kalau kamu masih menjadikan ojol sebagai profesi utama untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetap jalani profesi ini seperti adanya. Tapi, kurangi temponya. Mulailah untuk mencari peluang yang bisa menambah penghasilan kamu saat ini. Mungkin itu sifatnya usaha yang bergerak di bidang jasa ataupun berjualan produk fisik.

Tulis rencana ke depannya agar kamu bisa melangkah perlahan dengan sesuai keadaaan. Dengan mencoba merurutkan rencana-rencana kecil pada selembar kertas, bagi saya setidaknya kamu bisa sedikit mendapatkan gambara mengenai sisi baik dan buruknya mengenai rencana yang akan kamu mulai jalani. Kemudian selain itu, kamu juga bisa segera memulainya tanpa harus berpikir panjang.

2. Mencari pekerjaan

Bekerja menjadi sebuah aktifitas yang dilakukan secara rutin untuk mendapatkan penghasilan. Jika kamu merasa di dunia transportasi online sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga, maka mencari pekerjaan adalah salah satu solusi utama yang bisa kamu pilih.

Sambil menjalani profesi sebagai ojol, kamu bisa mencari informasi mengenai lowongan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan serta kemampuan kamu. Entah itu dari internet, teman, dari group WA, dari komunitas kamu, dari keluarga, dll.

3. Cari modal untuk memulai usaha

Bicara mengenai usaha, pastinya tidak jauh dengan kata ‘modal’. Karena hubungan antara modal dan usaha bagaikan jari tengah dan telunjuk yang saling berdekatan. Syukur-syukur kamu memiliki sedikit tabungan untuk mewujudkan usaha yang akan dilakukan.

Tapi, bagi kamu yang tidak memiliki modal, jangan pesimis. Ingatlah, bahwa bicara mengenai modal tidaklah melulu dengan uang, tetapi teman, relasi, kenalan, maupun setiap hubungan baik yang kami jalin dengan orang lain menurut saya bisa juga dikatakan dengan modal. Lalu bagaimana? Silahkan cari siapa orang yang kamu kenal dan memiliki usaha atau bisnis, lalu mintalah dia untuk melibatkan kamu sebagai partner usahanya. Hubungan baik akan berbuah menjadi sebuah kepercayaan, dan ketika kamu mendapatkan kepercayaan, sebenarnya itu adalah langkah awal yang baik untuk memulainya.

4. Terapkan manajemen waktu dengan baik

Saat kamu baru memulai usaha, pasti kamu akan merasakan kondisi yang berbeda. Hal ini diakibatkan karena rutinitas yang jauh berbeda dari biasanya. Profesi ojol yang bisa dilakukan kapanpun tidak bisa diterapkan dalam usaha yang sedang kamu mulai saat ini.

Intinya, kamu akan merasakan berada di luar zona nyaman yang semakin penuh dengan ketidak pastian. Kenapa begitu? Karena saat baru memulai usaha, pastinya tidak akan langsung berjalan dengan mulus, tidak langsung mendapatkan uang, tidak pula bisa merasakan keamanan dalam perekonomian.

Tapi, kamu harus membagi waktu sebaik mungkin untuk mendapatkan pemasukan setiap harinya. Misalnya, pagi tetap narik, kemudian siang sampai malam menjalankan usaha. Pagi sampai sore usaha, atau malamnya narik. Dan banyak pilihan lainnya agar bisa mendapatkan pemasukan untuk bertahan hidup. Dengan perlahan kamu akan menemukan waktu yang tepat kapan dan bagaimana cara jitu kamu menyiasatinya.

5. Lakukan dengan konsisten

Pada poin ini saya akan lebih menggambarkan bagaimana seandainya kamu merasakan jalan buntu alias mengalami kerugian sehingga kamu merasa kondisi perekonomian semakin memburuk. Itu adalah hal biasa, bahkan kamu bisa berkali-kali akan merasakan hal ini. Dimana kamu tidak belum merasakan perubahan yang menunjukkan ke arah yang positif mengenai perekonomian kamu.

Ingat, seorang penembak jitu tidak akan bisa dikatakan sebagai ‘penembak jitu’ jika pelurunya meleset berkali-kali. Karena saya yakin sangat banyak perjuangan dan perjalanan panjang untuk mendapatkan gelar tersebut.

Kamu bisa mencoba mencari cara lain, atau mungkin mencoba menemukan peluang lain yang bisa segera kamu coba. Intinya adalah, untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik dalam kondisi saat ini.

Melakukan secara terus-menerus ibaratkan tetesan air yang membuat sebuah cekungan pada batu besar. Dengan usaha ekstra, penuh ikhtiar serta di iringi dengan doa, semoga akan indah pada waktunya.

6. Jangan lupa ibadah dan yakinlah pada janjiNya

Maaf, bukannya saya sosok yang sempurna. Tapi saya pribadi disini juga untuk mengingatkan diri saya sendiri. Karena apapun dan bagaimanapun kerja keras yang kita lakukan akan terasa sangat berat jika tidak diiringi dengan ibadah. Bagi kamu yang muslim, tegakkan sholat tepat waktu, kemudian berdoalah. Jangan pernah bosan meminta dan mengemis kepadaNya. Jika kamu sudah melakukan segala usaha dengan ikhlas, penuh ikhtiar, serta selalu mengingatNya, kamu pasti akan merasakan ketenangan. Selain itu kamu akan merasakan pikiran akan menjadi jernih, sehingga kamu bisa berfikir untuk melakukan langkah-langkah selanjutnya.

Itu dia 6 cara beralih profesi dari ojol yang bisa kamu coba. Keadaan saat ini membuat kita harus menjadi semakin kuat, semakin kreatif, semakin lugas, serta semakin optimis untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik. Mencari pekerjaan tetap atau dengan memulai usaha adalah pilihan lain yang kamu sendiri bisa menentukannya.

Pilih mana? Kerja atau usaha? Apapun pilihannya, asalkan halal, itu akan lebih baik daripada kamu harus selalu mengeluh, mengeluh dan mengeluh.

Gravatar Image
Hey, I'm an Betta lovers. Tryin' to writing everyday, SEO lover, and Noob Blogger.

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *