7 Tips Agar Terhindar Dari Kejahatan Hipnotis dan gendam

7 Tips Agar Terhindar Dari Kejahatan Hipnotis dan Gendam

Posted on

Exojol.com – Kejahatan tidak akan pernah diketahui kapan akan terjadi. Namun sebenarnya kejahataan selalu berkesempatan untuk mengintai, terutama jika ada celah bagi seseorang untuk bertindak kejahatan.

Hipnotis menjadi satu momok yang cukup menakutkan. Terutama bila kamu memiliki frekuensi yang harus sering berada di jalan, entah ini karena bekerja atau sedang melakukan perjalanan. Di zaman yang semakin modern ini, hipnotis lebih sering dikaitkan dengan kejahatan. Walaupun sebenarnya ilmu hipnotis sendiri dapat bermanfaat untuk memberikan efek kepada seseorang ke arah yang lebih baik.

Saya pernah memiliki sebuah pengalaman yang mungkin tidak terlupakan mengenai hipnotis. Karena profesi saya sebagai ojol, ketika itu saya membawa penumpang yang usianya separuh baya. Di tengah kondisi sepinya jalan yang mulai menuju tengah malam, ketika hampir sampai di tujuan tiba-tiba pundak sebelah kanan saya di tepuk oleh penumpang saya. Seketika saya kaget, seluruh pikiran saya seakan mencoba ingin dikuasai olehnya. Setelah di tepuk, spontan tiba-tiba penumpang tersebut berbisik di telinga saya, “Bang, tolong antar saya ke Cileungsi ya. Nanti ongkosnya saya tambahin!”.

Dengan kondisi setengah sadar, saya langsung istighfar dalam hati dan mencoba untuk tenang. Lalu saya tanyakan kembali maksud penumpang saya. Setelah saya tanyakan kembali, tiba-tiba dia kembali menepuk pundak saya bagian kanan sambil berkata, “Bang, tolong antar saya ke Cileungsi”. Spontan, dengan hati tetap berdzikir dan saya langsung memberhentikan motor saya. Tiba-tiba emosi saya datang karena merasa saya dalam kondisi terancam, tanpa pikir panjang saya buka helm dan ingin saya lempar ke kepala penumpang saya.

Pas saya turun dan membuka helm, tiba-tiba penumpang saya seakan tahu bahwa kondisi saya sebenarnya masih normal / masih sadar. Lalu Bapak tersebut memberikan uang sejumlah 20rb dan meminta saya untuk mengembalikannya seribu rupiah saja. Langsung saja saya turuti, padahal tarif sebenarnya adalah 17rb. Tapi entah kenapa saya nurut aja, dan saya memberikan uang kembaliannya seribu Rupiah. Setelah itu, Bapak tersebut berjalan dengan langkah agak cepat dan seketika seluruh tubuh saya merasa lemas bagai tak bertulang. Kondisi jalan yang agak sepi dan gelap, tanpa berfikir panjang saya langsung menghubungi teman saya via WA untuk meminta bantuan.

Alhamdulillah, Allah masih melindungi saya saat itu. Singkat kata, itulah sedikit pengalaman saya mengenai hipnotis. Kapan saja bisa terjadi, terutama ketika kita sedang berada di jalan.

Mengenal Hipnotis dan Gendam, apa perbedaannya?

Hipnotis adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang menjadi tidak sadar untuk memasuki alam bawah sadarnya dengan tujuan tertentu. Meskipun hipnotis ada yang bersifat positif, tetapi yang biasanya terjadi di jalan biasanya selalu bertujuan agar bisa menuruti segala perintahnya. Memberikan gelang, kalung, handphone, dompet, kendaraan, dan lainnya yang bersifat materi.

Sedangkan Gendam adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang pada targetnya dengan cara melakukan guna-guna atau mantra, demi kepentingan pribadi. Dimana tujuannya sama seperti hipnotis. Yaitu mendapatkan materi yang ada pada korbannya.

Perbedaannya hipnotis dan gendam adalah terletak pada cara yang dilakukan. Kalau hipnotis, pelaku akan melancarkan aksinya dengan cara menggunakan objek atau bersentuhan secara fisik, atau minimal saat melakukan aksinya harus terjadi komunikasi. Sedangkan gendam, pelaku dapat melakukannya tanpa melalui kontak fisik, dan juga bisa tanpa adanya komunikasi secara langsung. Berbeda cara, tetapi tujuannya sama.

Tips Menghindari Kejahatan Hipnotis dan Gendam

Kamu harus selalu waspada pada kejahatan yang bermodus Hipnotis ataupun Gendam. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan menyebabkan kerugian materiil, beberapa tips agar terhindar dari hipnotis dan gendam di bawah ini bisa kamu coba terapkan.

1. Selalu waspada, jangan lengah

Dengan selalu bersikap waspada, secara tidak langsung kamu telah memberikan proteksi kepada pikiran bawah sadar dan juga diri kamu sendiri. Saat berada di keramaian atau di jalan, tetap fokus dan jangan lengah. Jangan memikirkan apapun selain fokus untuk melakukan tujuan kamu.

Tahukah kamu, dengan selalu waspada dan fokus pada tujuan, kamu terlihat seperti seseorang yang lebih percaya diri saat berada di jalan. Terutama saat sedang berbicara dengan orang yang tidak di kenal saat berada di jalan. Tidak perlu terlalu serius dalam mendengarkan pembicaraannya, karena otak kamu telah memberikan suatu sinyal yang kuat terhadap keyakinan diri kamu sendiri. Dengan begitu, kamu telah meminimalkan diri kamu menjadi korban hipnotis atau gendam.

2. Menjaga jarak dengan orang yang tidak di kenal

Kejahatan hipnotis atau gendam biasanya terjadi dengan di mulai dari sebuah komunikasi. Ketika tiba-tiba seseorang yang tidak di kenal menghampiri kamu dan bertanya mengenai sesuatu, cobalah untuk menjaga jarak. Tidak perlu terlalu mencermati setiap pembicaraannya, jangan mudah percaya.

Hal ini bertujuan agar anda terhindar dari kontak fisik dalam kejahatan hipnotis, yang biasanya dilakukan dengan cara menepuk pundak. Jika kamu mengalami hal tersebut, dimana pundak anda di tepuk secara tiba-tiba oleh seseorang, segeralah tepuk kembali untuk membalikkan keadaan fikiran kamu untuk kembali fokus.

3. Tidak panik

Saat seseorang tiba-tiba mendekati kamu dan mengajak kamu berkomunikasi, tidak perlu panik. Jika kamu telah menjaga jarak dan bersikap tidak panik, sesungguhnya secara otomatis kamu telah melakukan pertahanan pada otak. Pikiran yang tenang akan sulit dimanipulasi oleh pelaku hipnotis. Dengan kondisi tersebut, pelaku akan semakin sulit untuk memasuki alam bawah sadar kamu.  

4. Hindari melamun dan tempat sepi

Tanpa disadari melamun bukan hanya terjadi dalam kondisi yang sepi. Dalam kondisi pikiran yang sedang banyak permasalahan, tidak tertutup kemungkinan kamu bisa melamun. Menjaga pikiran agar tidak kosong menjadi satu tameng yang kuat untuk diri kamu agar terhindar dari kejahatan hipnotis. Selain itu, jika kamu sendirian dan kondisi memungkinkan, cobalah untuk menghindari tempat yang sepi. Apalagi jika tempat tersebut terasa asing bagi kamu. Segeralah berpindah untuk mencari tempat yang menurut kamu nyaman dan aman.

5. Waspadai perasaan tidak nyaman

Perasaan tidak nyaman yang datang secara tiba-tiba harus segera diwaspadai. Entah itu secara tiba-tiba anda merasa ngantuk, pusing, mual, sulit fokus, rasa sesak di dada, serta perasaan yang membuat kamu tidak nyaman lainnya. Ketika kamu merasa tidak nyaman karena sejumlah perasaan di atas, segeralah berpindah untuk mencari tempat yang menurut anda kamu.

Hal ini untuk menghindari diri kamu dari korban gendam. Seperti yang saya tuliskan di atas, bahwa pelaku gendam dapat melancarkan aksinya tanpa harus terjadi kontak secara fisik ataupun komunikasi.

6. Berikan sugesti positif pada diri kamu

Salah satu penyebab seseorang menjadi korban hipnotis adalah karena secara tidak langsung telah memberikan izin melalui pikirannya untuk memasuki alam bawah sadar. Tetapi hal tersebut tidak berlaku bila kamu tetap selalu memberikan sugesti positif yang kuat pada diri dan pikiran kamu. Berpikir positif, berani, dan tidak perlu takut. Sugesti tersebut menjadi satu kunci utama yang mampu melindungi pikiran kamu tetap dalam kondisi sadar.

7. Berdoa

Tiada daya dan upaya manusia tanpa kehendak dan izinNya. Oleh karena itu, segala hal yang terjadi adalah atas izin dan kehendakNya. Pastikan jangan lupa untuk selalu berdoa saat hendak bepergian, ataupun saat berada di jalan. Selain bertujuan untuk meminta perlindungan dan pertolongan dariNya, dengan selalu berdoa kamu juga dapat merasa lebih tenang dan nyaman.

Itu dia 7 tips agar terhindar dari kejahatan hipnotis dan gendam yang bisa kamu coba. Semoga Tuhan selalu memberikan perlindungan kepada kita semua.

Gravatar Image
Hey, I'm an Betta lovers. Tryin' to writing everyday, SEO lover, and Noob Blogger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *