Alasan susah move on dari profesi sebagai driver ojol
Alasan susah move on dari profesi sebagai driver ojol

5 Alasan Mengapa Susah ‘Move On’ Dari Profesi Sebagai Ojol

Posted on

Exojol.com – Kenapa banyak driver yang masih bertahan mencari nafkah di dunia per-ojol-an sampai saat ini? Sulit move on atau beralih dari profesi sebagai driver ojol bagaikan sebuah lingkaran yang selalu mengikuti kemanapun melangkah. Tanggapan positif dan negatif pastinya berdatangan di telinga ketika kamu mulai merasa bimbang, bingung, berpikir jauh, atau tidak puas yang pastinya secara keseluruhan disebabkan oleh faktor ekonomi. Beragam alasan mulai bertebaran di kepala dan akhirnya justru menyebabkan kamu berada pada kondisi yang sama, tetap berada dan bekerja sebagai driver ojek online.

Satu paragraf di atas mungkin ada yang sepemikiran dengan saya. Sebelumnya mohon maaf, karena dalam hal ini bukannya maksud saya mengucilkan profesi sebagai driver ojek online. Tetapi saya yakin, bahwa pemikiran di atas pasti pernah terlintas dalam benak kamu. Yaitu ingin move on alias beralih profesi dari ojol untuk mencari pekerjaan yang lebih baik, atau bahkan kalau bisa, kita memiliki usaha sendiri.

Berikut beberapa fakta profesi driver ojek online saat ini

Sebelum bicara lebih jauh untuk mengetahui beberapa alasan yang menyebabkan sulit beralih dari profesi sebagai ojol, saya akan sedikit berbagi info mengenai 3 fakta yang terjadi saat ini di kalangan driver ojol.

Kecewa

Kecewa karena terlalu menggantungkan harapannya pada profesi sebagai driver ojol, ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Meskipun saya yakin tidak semua driver akan beranggapan seperti ini, tapi mungkin kamu bisa jadi termasuk ke dalam salah satunya. Kecewa, karena ternyata tidak seindah yang dibayangkan. Terutama dalam segi pendapatan yang tidak sesuai harapan. Satu lagi, kecewa dengan sistim yang alogaritma pembagian ordernya semakin tidak jelas.

Lelah

Profesi ojek online memang memiliki waktu yang sangat fleksible. Awalnya saya sangat setuju sekali dengan hal ini, semakin kesini pikiran saya berubah berkata tidak untuk saat ini. Kalau dulu, jumlah driver dengan ketersediaan order bisa dikatakan seimbang, bahkan permintaan order dalam waktu-waktu tertentu sulit untuk terpenuhi. Belum lagi suntikan promo yang diberikan oleh penyedia aplikasi, maka akan semakin meningkatkan ketersediaan order yang sebenarnya tidak seimbang dengan ketersediaan driver.

Sedangkan untuk saat ini, banyak sekali driver ojol yang sudah merasa lelah. Entah itu karena faktor usia, kondisi badan yang sudah tidak sekuat dulu, serta lelah karena menunggu order masuk.

Baca juga : Mengenal ciri-ciri order fiktif

Penghasilan tidak sesuai

Setiap pekerjaan sudah pasti akan dijalani dengan tujuan mendapatkan penghasilan. Apapun pekerjaannya bagi saya pribadi adalah pekerjaan yang mulia, selagi itu tidak berhubungan dengan kejahatan atau yang bersifat merugikan orang lain. Termasuk dalam berprofesi sebagai ojol.

Tapi faktanya, banyak yang merasa penghasilan yang didapatkan tidak sesuai. Berangkat ngebid dari pagi-pagi buta, terkadang baru dapat order menjelang siang, kemudian sore hari kalau lagi beruntung sudah dapat 3 trip, dan malamnya dapat lagi 2 trip. Alhasil, pemasukan dan pengeluaran tidak sepadan. 

Tiga poin di atas saya simpulkan berdasarkan pengalaman saya pribadi, serta rekan-rekan sesama ojol yang saya kenal ataupun yang saya temui di jalan. Kecewa, lelah, serta penghasilan tidak sesuai harapan. Itu adalah hal yang paling umum yang sering saya temui. Entah itu berita baik atau buruk, tapi bagi saya sendiri adalah berita baik. Karena ternyata saya nggak sendirian, banyak teman-teman di luar sana yang senasib.

Berikut adalah beberapa alasan mengapa diantara kita masih banyak yang bertahan untuk menjalani profesi sebagai ojol

1. Karena terpaksa

Usia sesungguhnya bukanlah menjadi suatu alasan atau penghambat bagi siapapun untuk melangkah lebih baik. Contohnya, mungkin hampir setiap hari kita melihat bagaimana perjuangan mereka yang luar biasa walaupun sebenarnya usianya tidak termasuk lagi produktif.

Tetapi dalam hal faktor usia  pada poin ini adalah karena usia tidak lagi memenuhi kriteria untuk bekerja secara formal. Usia 35 biasanya menjadi batas ketentuan rata-rata bagi setiap perusahaan untuk bisa menjadikan seseorang termasuk ke dalam kualifikasi saat mencari pekerjaan. Usia di atas 35 seakan harus berjuang dengan tantangan yang lebih menarik tanpa berharap banyak untuk bisa mendapatkan pekerjaan. Sederhananya bisa dikatakan adalah karena ‘Terpaksa’. Oleh sebab itu solusinya, menjadi driver ojol adalah salah satu pilihan yang tepat.

2. Mendapatkan penghasilan harian

Gali lubang, tutup lubang, gali lubang, tutup lubang, mungkin begitu seterusnya. Mau tidak mau sistim pendapatan harian yang didapatkan menjadi sebuah cambuk untuk bisa menutupi segala kebutuhan harian, termasuk hutang.

Beragam prediksi bisa saja melenceng jauh dari harapan. Sehingga meskipun perhitungannya sering kali tidak tepat, namun dengan mendapatkan pendapatan secara cash yang bersifat harian, dapat menutupi segala kebutuhan yang diperlukan.

3. Terbiasa dengan pola kerja yang fleksible

Tidak perlu khawatir terlambat bangun, tidak memikirkan tentang rutinitas absensi setiap hari, apalagi dimarahi oleh atasan. Ya, sistim pembagian kerja dengan waktu yang sangat fleksibel menurut saya menjadi salah satu alasan yang cukup rasional.

Pola hidup sebagai driver ojol setiap harinya akan membentuk sebuah pemikiran yang jauh dari kebiasaan sebagaimana yang dilakukan oleh para pekerja formal. Karena profesi sebagai ojol bebas mengatur waktunya sendiri. Mau keluar pagi, siang, sore, atau malam. Kebebasan waktu kerja akhirnya menjadi sebuah kebiasaan yang sangat sulit untuk diubah.

4. Merasa nyaman

Pada poin ini, mungkin jika di tarik benang merahnya sangatlah sulit. Karena ketika profesi sebagai pekerja formal dan driver ojol seakan tidak ada perbedaan. Dalam hal apapun saat bekerja, kenyamanan adalah segalanya. Bahkan seseorang yang merasa nyaman akan rela menjadi seorang yang idealis atau menjadi ketentuan sebuah aliran garis keras. Rasa nyaman seakan melebihi segalanya yang kalau dirangkai dengan kata-kata, mungkin akan berujung dengan rasa bersyukur dengan kehidupan saat ini meskipun jika di lihat secara faktanya pendapatan tidaklah seberapa.

Uniknya, rasa nyaman ini bagi sebagian orang bisa bersifat permanen, dan sebagian orang lagi perlahan akan keluar dari zona nyamannya untuk mencari tantangan baru untuk memperbaiki perekonomiannya.

5. Kondisi ekonomi pada level ‘Aman’

Poin terakhir ini adalah poin yang saya anggap sebagai poin yang bersifat relatif. Karena pada dasarnya setiap pekerjaan selalu berhubungan dengan faktor ekonomi, dimana pada intinya bekerja untuk mendapatkan penghasilan / uang. Sedangkan disini adalah banyak yang berhubungan dengan kondisi finansial yang masih bisa dikatakan berada pada level aman. Bukan berarti banyak materi, tetapi driver yang merasa memiliki tambahan sampingan entah itu bekerja, pasangan yang bekerja, punya usaha sendiri, tempat tinggal tidak ngontrak, masih single, dan lain sebagainya

Apakah pekerjaan sebagai driver ojek online masih menjanjikan?!

Untuk menjawab kalimat di atas, silahkan tanya kembali pada kondisi kita masing-masing. Bagi kamu yang sama persis dengan saya, yaitu masih menjadi full time driver ojol, pastinya sudah tahu apakah profesi ojol masih menjanjikan, atau harus memutuskan untuk segera beralih mencari peluang lainnya. Saya tidak jawab iya, dan juga tidak menjawab tidak. Karena hanya kamu sendiri yang tahu bagaimana fakta yang terjadi saat ini dan bagaimana kondisi kamu saat ini sebagai full time driver ojol.

Baca juga : Suka duka menjadi driver ojol

Kesimpulan

Tulisan ini saya buat saat kita semua sedang mendapatkan ujian yang luar biasa. Beragam sektor terkena imbasnya, apalagi driver ojol. Perubahan kebiasaan serta waktu kerja yang tidak normal mengharuskan kita untuk lebih jeli melihat peluang dan berani bertindak.

Pandemi Covid19 seakan menjadi peringatan keras bahwa segalanya harus bersifat dinamis. Berani menyesuaikan, berani berubah, dan berani mengambil keputusan apa yang harus dilakukan demi kehidupan keluarga yang lebih baik. Tidak bermaksud menggurui, atau menyinggung pihak manapun. Tapi saya hanya mencoba menuliskan sedikit pengalaman yang terjadi saat ini pada diri saya sendiri serta teman-teman saya lainnya.

Tetap semangat, tetap berikhtiar, dan tetap optimis..

Gravatar Image
Hey, I'm an Betta lovers. Tryin' to writing everyday, SEO lover, and Noob Blogger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *