Kelebihan kekurangan ngebid waktu lebaran

Begini Pengalaman Ngebid Saat Lebaran (Sharing)

Posted on

Exojol.com – Hari Raya Idul Fitri, atau lebih mudah di sebut dengan Lebaran merupakan satu momen yang biasanya digunakan untuk bersilaturahmi, berkumpul, dan menjadi waktu yang tepat untuk membangun kebersamaan untuk saling memaafkan. Saya yakin Hari Raya menjadi satu kesempatan besar untuk memulai kembali fitri.

Sedikit kalimat di atas pasti akan dilakukan oleh semua orang, Khususnya bagi yang beragama Islam. Tapi, di sela-sela waktu yang sangat singkat menjadi sebuah kesempatan bagi siapapun yang harus mencari rejeki. Entah itu karyawan, buruh, wiraswasta, termasuk juga driver taksi online maupun ojek online. Dengan harapan orderan yang melimpah, nantinya bisa pulang dengan rejeki yang mungkin akan lebih besar bila dibandingkan dengan dari hari-hari normal.

Agar bisa lebih sederhana, pada tulisan kali ini akan saya kerucutkan menjadi sebuah pengalaman yang lebih cenderung mengenai plus minusnya, baik buruknya, kelebihan dan kekurangannya, atau bisa juga dengan istilah kalimat suka dukanya ngebid di saat lebaran. Untuk mempersingkat waktu, berikut adalah sisi baik dan buruknya narik ojol di saat Lebaran.

Kelebihan dan kekurangan ngebid saat Lebaran

1. Orderan melimpah

Orderan yang diselesaikan dengan sempurna adalah salah satu syarat bagi driver ojol agar bisa mendapatkan penghasilan. Ya, bila dibandingkan dengan hari biasa / normal, sudah pasti orderan akan sangat melimpah. Nggak pakai lama untuk menunggu order demi order. Inilah salah satu kelebihan yang paling utama ketika ngebid saat lebaran.

2. Pendapatan lebih besar

Sebelumnya, mengenai pendapatan lebih besar ini sifatnya relatif lhoo ya. Berhubung akun saya saat ini berada di kategori antara gagu dan normal, jadi terus terang kelebihan ngebid di waktu lebaran adalah berharap bisa mendapatkan pendapatan yang lebih besar. Di balik orderan yang melimpah, kalau kita niat ngebid pastinya akan mendapatkan jumlah order yang terselesaikan lebih besar dari hari-hari biasanya.

3. Mendapatkan lonjakan harga

Lonjakan harga atau tarif dalam setiap trip menjadi sebuah motivasi tersendiri untuk saya dalam mengambil orderan. Tapi maaf, bagi saya TIDAK untuk kali ini. Karena, lonjakan yang saya dapatkan sama sekali tidak menggiurkan. Hanya sekitaran 800 – 2400 Rupiah, rasanya cukup bodoh bagi saya kalau itu mengatakannya sebagai lonjakan harga. Mungkin poin ke-3 ini menjadi satu hal yang harus saya koreksi dan buang jauh-jauh mengenai berharap dapat lonjakan harga. Tapi, dengan lonjakan harga yang berada di kisaran 800-2400 Rupiah sepertinya cukuplah untuk sedikit mengganti bahan bakar yang terpakai karena jauhnya lokasi penjemputan. Malahan yang ada, sekarang semakin besar potongannya 🙁

4. Mendapatkan kebahagiaan tersendiri

Pada poin ke-4 mengenai kelebihan ngebid di saat lebaran ini lebih bersifat personal lho ya. Bagi saya pribadi, kebahagiaan tersendiri bagi saya ketika bisa melayani customer saat mereka benar-benar membutuhkan transportasi untuk menuju ke rumah sanak familinya ataupun pulang ke rumah. Karena saya bisa membayangkan bahwa di waktu lebaran, untuk mendapatkan driver saat menggunakan aplikasi transportasi online tidaklah mudah, tidaklah cepat, tidaklah murah, bahkan tidaklah selalu akan mendapatkan driver. Karena itu, ketika saya mendengar customer mengucapkan “Ya Allah Mas, susah banget dapat driver. Saya dari tadi di cancel mulu..!”, atau “Saya tadi order mobil nggak dapet-dapet..”, dan masih banyak cerita tentang kekesalan customer yang harus menunggu karena nggak ada yang mau ambil orderannya atau tidak dapat driver.

5. Bergelut dengan kemacetan

Macet bagi saya adalah hal yang biasa. Toh di Ibukota ini justru kalau nggak macet saya heran. Tapi harus bergelut dengan kemacetan ketika lebaran menjadi kekurangan tersendiri yang harus diterima. Aura macet yang berbeda dengan hari normal, menjadi sebuah rasa lelah yang berbeda pula.

6. Banyak resto Antri parah

Ini berlaku bagi yang spesialis bermain di layanan pesan antar makanan. Mengenai penyebab order alasan layanan pesan antar makanan terbengkalai saat lebaran pernah saya bahas tahun lalu. Baik itu GoFood, Grab Food, Shopee, dsb. Resto-resto besar seakan menjadi primadona di kala orang-orang lapar, haus, atau pengen cari makanan, dan lihat kondisi dompet masih tebal. Mulai dari McD, KFC, Chatime, sampai resto-resto kelas menengah yang ikut kebanjiran order. Dengan minimal waktu tunggu 30 menit, dan maksimal 1 jam, bahkan bisa lebih, rasanya cukup TERLALU….

7. Lokasi penjemputan jauh

Jangan kaget kalau tiba-tiba lokasi penjemputannya jauh-jauh di setiap order yang masuk ke hp-mu. Bukan berarti akun-mu termasuk ke dalam kategori gacor, tetapi itu karena tidak ada driver yang onbid atau tidak ada driver yang mau ambil. Jadi, jauhnya titik penjemputan menjadi resiko atau kekurangan tersendiri ketika ngebid di saat lebaran.

8. Mendapatkan penumpang yang overload

Penumpang yang overload alias melebihi kapasitas ini maksudnya bukan barangnya lho yaa, tetapi justru penumpangnya. Jangan kaget kalo yang nongol tiba-tiba seorang ibu-ibu dengan 2 anaknya yang juga akan menjadi penumpang kita. Well, ini beberapa kali bikin saya geleng-geleng kepala. Mau pulang dari rumah keluarga, order GoCar / Grab Car dan nggak dapat-dapat driver, akhirnya mereka memutuskan untuk memilih order GoRide / Grab bike. Apess..

Baca juga : Tips aman ngebid saat musim hujan

Itu dia beberapa poin mengenai kelebihan dan kekurangan ngebid di saat lebaran berdasarkan pengalaman saya pribadi. Kalau kamu punya pengalaman yang berbeda, atau mau menambahkan, silahkan komentar di bawah.

Gravatar Image
Hey, I'm just online driver. Love & trying to writing everyday, SEO lovers, and Noob Blogger.

Leave a Reply

Your email address will not be published.