Ini Alasannya Kenapa Ojek Online Sering Menjadi Korban Prank

Ini Alasannya Kenapa Ojek Online Sering Menjadi Korban ‘Prank’

Posted on

Exojol.com – Dalam waktu belakangan ini, Prank menjadi sebuah fenomena yang menduduki peringkat cukup viral di jagat Maya. Mulai dari beragam ide prank dilakukan oleh satu oknum, baik yang dilakukan secara individu ataupun sekelompok orang dengan cara yang cukup tertata rapi.

Setiap ide prank yang dilakukan, secara detail saya juga tidak mengerti entah apa maksudnya. Saya pribadi awalnya terus terang cukup memperhatikan informasi mengenai dunia ‘prank’. Beragam tanggapan menjadi susunan kalimat positif ataupun negatif dari komentar para netizen. Tapi, ada satu hal yang menurut saya cukup menarik bila di lihat dari korbannya. Yaitu kenapa driver ojek online seringkali menjadi korban prank?

Apa itu Prank dan jenis prank yang ada saat ini?

Bila diartikan berdasarkan bahasa Inggris, prank adalah sebuah candaan atau gurauan. Tetapi kalau diartikan secara umum, prank adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan iseng, seru-seruan, usil, atau jahil, dimana terdapat objek yang menjadi targetnya. Baik itu manusia, bahkan juga hewan.

Kemudian, kalau di lihat dari jenis-jenis prank yang ada sangat beragam. Namun dari setiap tujuannya yaitu mendapatkan kepuasan tersendiri bagi si pelaku, terutama jika dia merasa telah berhasil melancarkan aksi prank-nya pada si target. Lucu, unik, jahil, ngakak, kesal, atau marah. Dengan cara lelucon yang diaplikasikan dengan praktek, beragam penilaian akan menciptakan nilai ekstra bagi si pelaku.

Mengenal sejarah dan asal usul prank

Saya tidak bisa menemukan literatur secara tepat dan jelas mengenai hal ini. Tetapi yang jelas prank ternyata telah ada sejak abad ke-16. Meskipun ada referensi yang mengaitkan istilah prank dengan April Mop, tetapi penerapannya bisa dikatakan mirip. Kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang ketika April Mop menjadi awal tentang asal usul prank.

Kenapa Driver Ojek Online seringkali menjadi korban Prank?

Karena saya berprofesi sebagai driver ojol, makanya saya cukup tertarik mengenai hal ini. Beragam pertanyaan menghiasi pikiran saya tentang pertanyaan yang satu ini. Oleh karena itu, beberapa poin di bawah ini mungkin bisa menjadi gambaran mengapa prank sering terjadi di kalangan ojek online.

1. Pelaku berharap bisa cepat tenar

Pelaku prank dalam beberapa waktu akhir-akhir ini sebagian besar adalah para content creator. Mereka selalu mencari cara untuk bisa mendapatkan antusias dari para netizen. Mulai dari beragam media sosial, dimana pada intinya mereka dapat memiliki peluang yang cukup tinggi untuk di lirik, di favoritkan, hingga pada akhirnya dijadikan penggemar oleh netizen. Entah itu YouTube, Facebook, TikTok, dan aplikasi video lainnya.

Percaya atau tidak, sejak awal baru dimulainya dunia prank beberapa waktu lalu, driver ojol seringkali menjadi korbannya. Yah walaupun pada akhirnya korban tidak jadi marah karena ada reward pada penghujung aktivitasnya.

2. Ojol memiliki karakter dan bendera yang sangat kuat

Mungkin sudah menjadi rahasia umum bahwa sebagian driver ojek online yang ada, mereka memiliki media masing-masing untuk saling berbagi informasi. Seperti WhatsApp, Instagram atau Facebook. Setiap media sosial tersebut terdapat group yang selalu siap untuk memberikan dukungan, penilaian, hingga tindakan.

Pada poin ini, sudah jelas bahwa driver ojol memiliki sebuah sistim tersendiri yang justru bisa membantu sebuah konten prank menjadi viral. Baik itu karena mengalaminya sendiri dan berdampak positif bagi korban, merasakan deskriminasi, atau merasakan empati karena dirasa si pelaku telah melakukan perbuatan yang kurang menyenangkan. Suka duka menjadi ojek online memang memiliki banyak cerita tersendiri, termasuk dalam hal ini.

3. Ojol sangat mencolok dan selalu ada dimana-mana

Atribut hijau menjadi ciri khas bagi driver ojek online. Dengan warna mencolok serta segar di mata, atribut yang mereka gunakan menjadi sebuah pembeda yang sangat terlihat. Mudah ditemukan dan jumlah yang sangat banyak, tidak tertutup kemungkinan mereka seringkali menjadi korban prank.

4. Mampu menciptakan rasa empati dengan mudah

Beragam pandangan dan penilaian bagi para ojek online menjadi salah satu bagian terpenting saat melakukan prank. Apalagi, profesi ojek online dalam beberapa waktu belakangan ini sudah cukup sulit jika di lihat dari pendapatan yang didapatkan. Dengan sistim reward pada aktivitas prank, pelaku juga memiliki tujuan lain dari aktivitas prank-nya. Yaitu bisa saling berbagi dengan para ojek online.

5. Pelaku merasa mudah untuk melakukan ‘Hit n Run’

Pada kasus ini, biasanya bukan bertujuan untuk membuat sebuah konten. Meskipun pernah ada yang melakukan hal ini, tetapi ujung-ujungnya mereka justru tertangkap oleh si korban bersama teman-temannya.

Namun dalam kasus ini lebih cenderung bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksinya. Entah itu buat seru-seruan ataupun hal lainnya yang ujung-ujungnya mengakibatkan driver ojol mengalami kerugian.

Baca juga : Mengenal ciri-ciri order fiktif

Itu dia 5 alasan mengapa ojol seringkali menjadi korban prank versi pemikiran saya. Mungkin ada hal lainnya yang bisa kamu tambahkan. Yang jelas, dalam kondisi tertentu, kegiatan prank bukanlah suatu hal yang harus di contoh. Apalagi jika berujung menyebabkan kerugian secara fisik maupun materi bagi korbannya.

Gravatar Image
Hey, I'm writing everyday, SEO lover, and Noob Blogger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *